Media Targetbuser86.com – Salo, Kampar – Pemilik lahan tanah timbun di Desa Salo Timur, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Zulkifli alias Izul, membantah keras pemberitaan yang dimuat oleh media tirainusantara.co.id yang menyebut aktivitas galian tanah timbun miliknya beroperasi bebas dan merusak lingkungan.
“.Izul menilai pemberitaan tersebut tidak berimbang karena dilakukan tanpa konfirmasi terlebih dahulu dan pengambilan foto lokasi dilakukan tanpa izin, bahkan tanpa sepengetahuan para pekerja di lapangan. Hal itu disampaikan Izul kepada awak media Targetbuser86.com. pada Kamis,8.Januari 2026, dengan nada kesal.
“.Izul menegaskan bahwa informasi yang disampaikan oleh oknum wartawan tirainusantara.co.id tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Dalam pemberitaan tersebut disebutkan adanya jalan rusak dan debu tebal di sepanjang jalan akibat aktivitas tanah timbun. Menurut Izul, tudingan tersebut tidak masuk akal mengingat saat ini sedang memasuki musim hujan, sehingga hampir tidak mungkin terjadi debu tebal seperti yang diberitakan. Ia menyayangkan sikap oknum wartawan yang dinilainya membuat berita bohong dan fitnah menyesatkan publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“.Lebih lanjut, Izul juga membantah keras tuduhan bahwa aktivitas tanah timbun yang ia kelola tidak mengantongi izin dan disebut sebagai kegiatan ilegal. Ia mengungkapkan bahwa setelah berita tersebut ditayangkan ke publik, oknum wartawan yang bersangkutan justru meminta sejumlah uang kepadanya. Oknum tersebut bahkan mengirimkan nomor e-wallet Dana dan meminta agar uang ditransfer. Izul mengaku menolak permintaan tersebut karena tidak mengenal secara pribadi oknum wartawan itu dan ajakan untuk bertemu secara langsung juga ditolak, sementara oknum tersebut tetap bersikeras meminta uang ditransfer.
“.Izul menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukannya sejatinya hanyalah pemangkasan tanah perbukitan agar dapat diratakan sebatas ukuran bahu jalan. Tujuannya agar lahan tersebut dapat dimanfaatkan oleh warga setempat ke depannya untuk pembangunan perumahan masyarakat, seperti perumahan tipe perumnas dan bangunan lainnya. Ia menegaskan bahwa aktivitas tersebut bukan untuk merusak lingkungan, melainkan justru untuk mengurangi potensi bahaya Longsor
Di sekitar lokasi tanah timbun tersebut, lanjut Izul, telah berdiri sejumlah rumah warga yang jaraknya hanya sekitar 10 meter dari kaki bukit, tempat ia beraktivitas bahkan termasuk rumah pribadinya sendiri. Apabila tanah perbukitan dengan ketinggian sekitar 10 hingga 15 meter itu tidak dipangkas dan diratakan, maka berpotensi besar terjadi longsor yang dapat menimpa rumah-rumah warga.
Oleh karena itu, menurut Izul, warga setempat justru merasa bersyukur dengan adanya aktivitas pemangkasan tanah yang ia kelola karena dapat mengurangi resiko bencana tanah longsor.
“.Terkait pemberitaan yang menyebut adanya puluhan mobil col disel dump truk yang beroperasi setiap hari, Izul juga membantah keras hal tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya hanya menggunakan 7 unit dump truk cold diesel, yang diperuntukkan khusus untuk pengangkutan tanah timbun bagi pembangunan pondasi pemerintah Desa di salah satu desa Pekerjaan tersebut, menurut Izul, juga berada dalam pengawasan dari desa setempat Desa Salo timur , ia mengaku hanya mendapatkan pekerjaan borongan, bangunan pengisian Pondasi tanah timbun untuk pembangunan pemerintahan desa
“.Menutup klarifikasinya, Izul menyampaikan bahwa terkait perizinan usaha, dirinya tidak menutup mata dan siap mengurus izin secara resmi. Ia berharap pemerintah Kabupaten Kampar tidak mempersulit proses perizinan dan tidak membebankan biaya yang terlalu tinggi. “Kalau memang tidak dipersulit, dalam minggu ini juga saya akan mengurus izin usaha saya secara resmi,” tutup Zulkifli alias Izul.
Tim Investigasi Media Targetbuser86.com




















