Media.”Targetbuser.com – Kampar, 29 September. 2024. Sungguh sangat Tragis dan sangat kita sayangkan Warga Terang Bulan Desa Salo Kecamatan Salo Kabupaten Kampar Provinsi Riau 29 September. 2024. Sungguh sangat Tragis dan sangat kita sayangkan Warga Terang Bulan Desa Salo Kecamatan Salo Kabupaten Kampar Provinsi Riau
3 orang di pukuli dan ditendang oleh pihak keamanan Sucrity yang lagi PAM. Di. PT. Johan Sentosa.
“Pemukulan tersebut terjadi pada hari Minggu malam (22/9/2024) disaat itu kami 6 orang warga Terang Bulan Salo siap mencari brondolan buah sawit di areal perusahaan PT Johan Sentosa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ke 6 orang warga tersebut ditahan, 3 orang laki-laki dan 3 orang perempuan.
Salah seorang korban pemukulan dari oknum TNI Menyampaikan kepada awak media yang tidak mau namanya di publikasikan Menyampaikan kepada wartawan di Salo pada hari Rabu (25/9/2024) mengungkapkan, kami semua 6 orang 3 laki-laki dan 3 orang perempuan yang ditangkap, dipukuil dan ditendang oleh pihak keamanan PT Johan Sentosa yang mengaku dari Anggota
( kopasus ) Kompi Pasukan khusus
“Saya ditendang oleh Hilman yang mengaku anggota dari Kopasus, Hilman yang mengaku Anggota dari Kopasus yang lagi PAM di PT. Johan Santosa. Warga Salo – Kampar.di Tendangan Hilman Tendangan mendarat didada saya. dan 2 orang teman saya disiksa dipukuli dan ditendang oleh Hilman, dan 2.orang teman saya direndam di dalam kolam ikan pada malam hari,” terang bapak setengah baya ungkap korban, ketika dikomfirmasi oleh awak Media selaku wartawan Media” Targetbuser.com
“Kami dipukuil dan ditendang oleh Hilman yang mengaku dari kopasus di dekat pos Sucrity penjagaan kebun PT. Johan Sentosa. Kejadian tersebut pada malam hari, kami hendak mau pulang kerumah membawa brondolan sawit, karena sudah malam dan disaat kami dalam perjalanan pulang, kami ditahan dan dibawa ke pos penjagaan oleh Hilman yang mengaku dari Anggota Kopasus.
“Keterangan lebih lanjut
kami hanya mencari brondolan buah sawit yang sedang direplanting/sudah di tumbang batangnya.Kami tidak mengambil buah sawit yang ada dibatang nya atau mengambil (TBS) tandan buah segar, kamibhanya mengutip Brondolan.
“Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh korban pemukulan yang tidak mau nama nya dipublikasikan mengatakan, saya dipukul oleh Hilman yang mengaku Anggota Kopasus diduga di bayar Oleh Perusahan PT Johan Santosa untuk menyiksa masyarakat warga Kecamatan Salo ungkap salah satu warga yang ikut cari Brondolan di Arial perkebunan PT Johan Santosa
“Saya dipukul sebanyak 3 kali oleh Hilman, dan juga saya direndam pada malam hari di dalam kolam, ikan saya tidak melawan,” ungkapnya.
“Teman saya yang bernama Riyan juga dipukul Setelah kami dipukul dan direndam kami disuruh pulang, malam itu juga, terangnya.
“Salah seorang ibu setengah baya yang juga ikut ditahan oleh pihak keamanan yang juga tidak mau disebut namanya mengatakan, kami ditahan 6 orang oleh pihak keamanan PT Johan Sentosa pada Minggu malam disaat mau pulang bawa brondolan.
” Diterangkan lebih lanjut oleh nya, 3 orang laki-laki teman kami dipukul dan ditendang oleh Hilman yang mengaku anggota Kopasus, Kami 3 orang perempuan tidak dipukul nya.
“.Kepada Penegak hukum Diminta kepada Dandim Kampar danDandion Kampar untuk memproses yang mengaku Oknum TNI – dari kopasus memproses, Hilman yang Mengaku dari TNI Kopasus yang seenaknya memukul dan menyiksa warga Putra daerah, Kampar – Sementara PT Johan Perusahan Pendatang di kampar ini Jangan Seenaknya saja melakukan pemukulan terhadap putra daerah warga setempat , diminta kepada penegak hukum untuk memproses, manager
PT. Johan & Juga Scurity nya Hilman
yang PAM di PT. Johan Santosa , mohon di proses secara hukum yang berlaku di Indonesia, Kami ini manusia, bukan Binatang, untuk dipukul dan ditendang.
“Kami hanya mencari brondolan dan bukan mengambil buah sawit yang ada di batang nya,” terangnya singkat.
L/p : Khairunan Domo




















